GLAMOUROUS AND FRENETIC WORLD OF INDONESIA
12/19/2007

Kiki Fatmala Menikah Siri

0 comment


GARA-GARA DIAJAK TINGGAL SERUMAH, bintang sex Indonesia, Di usia kepala tiga, Kiki Fatmala menemukan tambatan hatinya. Bule Austria menjadi pilihan "Si Manis Jembatan Ancol" ini. Tapi mengapa ia memilih nikah siri? Kiki Fatmala (34) menambah daftar artis Indonesia yang menikah diam-diam.

Pada tanggal 20 Desember 2003 silam rupanya ia resmi disunting pria bule berkewarganegaraan Austria, Chritian Froeschel (34). Tak heran pekan lalu Kiki banyak diuber wartawan. "Aku enggak tutup-tutupin, kok. Mungkin karena perkawinan kami enggak ada pesta, jadi kesannya diam-diam." Pernikahan Kiki terkesan mendadak. "Kami mencari waktu kosong. Dan kebetulan hari Sabtu itu, saya libur, jadi kami putuskan hari itu menikah. Jadi, bukan karena saya hamil duluan, lho," terang Kiki. Ditemui di kediamannya di Pondok Indah pada hari Selasa (30/12), Kiki mengisahkan soal Chris yang baginya bukan orang baru dalam hidupnya. Kiki sudah bertemu duda beranak satu ini 3,5 tahun lalu di sebuah fitness center di Pondok Indah. April 1999, mereka mulai berpacaran. Hubungan mereka sempat putus-sambung karena beberapa ganjalan, antara lain beda agama.

PERSIAPAN SEMINGGU Sejak 1,5 tahun silam, sebenarnya Chris berkali-kali mengajaknya menikah. Tapi Kiki yang saat itu belum mau berumah tangga, menolak. Banyak pertimbangan yang menggelayuti pikirannya. "Bisa jadi karena saya sudah terbiasa hidup sendiri. Jadi keenakan hidup sendiri," jelas Kiki yang semasa pacaran jarang bertemu dengan Chris lantaran sama-sama sibuk. Beberapa waktu lalu, Chris mengusulkan untuk tinggal serumah. Niatnya biar keduanya sering bertemu. "Nah, menurut saya, kalau tinggal satu rumah berarti kami harus menikah," ucap Kiki yang semula berbeda agama dari Chris.

Itu sebabnya, Kiki kemudian memilih menikah siri. Jalan ini ditempuh, bukan karena tak mau pernikahannya sah mata hukum. "Nanti di Austria kami baru ke Catatan Sipil. Di sini, kan, enggak bisa menikah beda agama," keluh Kiki. Kalau disuruh memilih, tentu Kiki lebih suka menikah secara Islam ketimbang sekadar di Catatan Sipil. "Bisa saja saya pergi ke Singapura, tinggal selama dua minggu dan menikah. Tapi, gimana ya, rasanya beda kalau bisa dilewatin bareng keluarga," dalihnya. Pernikahan bawah tangannya itu, hanya dipersiapkan seminggu. Cincin kawin seberat 10 gram dan kebaya yang dikenakan, misalnya, baru disiapkan dua hari menjelang hari-H. Karena mendadak pula, make up dilakukan sendiri. "Saya dandan sendiri. Penghulu datang jam tiga sore dan saya datang dari salon dengan rambut cuma digulung," cerita Kiki sambil menambahkan, para tamu yang terperanjat, termasuk Yurike Prastica. "Yurike juga bilang, 'Ini kawinan atau apa sih. Bener apa enggak'," kata Kiki menirukan Yurike. Kiki juga hanya mengundang tetangga dan keluarga. Untunglah, semua berjalan lancar, termasuk saat ijab kabul. "Dia lancar mengucapkan ijab kabul karena aku ajarin," ungkap Kiki bersemangat. Walau begitu, karena banyak orang, tetap saja Christian agak grogi. Sayang, momen itu tak dihadiri keluarga Chris. "Tapi mereka sudah tahu dan kaget. Soalnya, meraka hanya tahu, kami menikah di Austria bulan Agustus mendatang," ucap Kiki yang pernah bertandang ke rumah Chris di Austria. PESTA DI AUSTRIA Bulan kemerdekaan itu dipilih Kiki mengingat baru saat itu kegiatannya agak longgar.

Selain itu, kesiapan keluarga besarnya juga perlu dipikirkan. "Saya, kan, harus membawa adik dan Ibu ke sana. Nah, ini, kan, butuh biaya enggak sedikit. Apalagi, resepsinya di sana karena Chris ingin keluarga kami kumpul di sana," tukas Kiki. Karena waktunya masih lama, Kiki mengaku belum bisa menggambarkan resepsi yang akan digelarnya nanti. "Paling standing party di restoran. Simpel aja. Di sana, orang menikah, kan, enggak heboh kayak di sini," jelasnya sambil menambahkan, dari pada berlebihan pesta, mending uangnya disimpan untuk bikin usaha. Untuk bulan madu, rencananya bulan ini Kiki dan Chris akan pergi ke Bali atau Lombok. "Saya ingin cepat punya anak. Satu saja sudah membuat saya bahagia," harap Kiki yang ingin pernikahannya langgeng. Pemilik sanggar senam Kifa di kawasan Green Garden ini mengaku amat mencintai Chris, meski suaminya ini, menurutnya, tak terlalu romantis. "Dia tipe pekerja. Saya mencintainya karena sikapnya yang bertanggung jawab, kebapakan dan enggak cemburuan." Meski sudah menikah, Kiki mengaku terkadang masih tak percaya kini ia telah punya pasangan hidup. "Kalau biasanya bangun tidur sendiri, makan dan pulang jam berapa pun, sekarang ada yang nyariin. Misal, dia tanya kamu kapan pulang kerja," cerita Kiki. KRITIK BAJU TERBUKA Akankah Chris merubah status kewarganegaraannya menjadi WNI? "Sepertinya tak mungkin.

Tapi saya tak mau memaksanya. Saya sendiri enggak mau jadi WNA," ujar Kiki yang mengaku tak takut ditinggalkan lantaran bersuami bule. Kiki merasa aman lantaran Chris punya usaha kafe di Cilandak Town Square Jakarta dan dia suka tinggal di Indonesia. Malah, tambahnya, Chris berencana untuk tinggal di Indonesia. Bagaimana dengan anak Chris? "Dia tinggal bersama ibunya di Eropa. Namanya Oliver. Saya menyukainya. Cuma, karena kendala bahasa, kami tak bisa langsung akrab. Oliver enggak bisa bahasa Inggris dan Indonesia. Bisanya Jerman, sementara saya enggak bisa. Pusing, kan? Saya cuma bisa satu kata, busi. Artinya cium," ujarnya tentang anak Chris dari perkawinan sebelumnya delapan tahun silam. Saat berkunjung ke Austria dua tahun silam, Kiki bertemu Oliver. Mulanya, aku artis bermata tajam ini, ia merasa aneh saat tahu Chris telah punya anak.

Waktu itu, Kiki mendengar Oliver memanggil Chris dengan sebutan "Papi". "Jujur aja, saya kenal dia di sini, kan, single. Soalnya, dia enggak pernah bawa-bawa anaknya. Tapi dia enggak pernah mengaku single. Saya tahu dia udah pernah cerai," terang Kiki yang disapa nama tanpa embel-embel "Mami" oleh Oliver. Yang jadi keinginan Kiki sekarang, Chris bisa mengikuti keyakinannya sebagai muslim suatu saat kelak. Saat ini, Kiki baru mengajari suaminya mengenal Islam. "Dia enggak keberatan belajar salat pelan-pelan. Tapi kalau mengaji belum, ya. Saya sendiri belum bisa," jelas Kiki yang menganggap semuanya butuh proses. Apalagi, mengajak seseorang pindah agama tak semudah membalikkan tangan karena menyangkut prinsip. Menikah dengan Chris, membuat Kiki merasa bahagia sekaligus bersyukur. Suaminya itu, menurutnya, "Bukan bule yang kehidupannya aneh-aneh. Biasa saja. Dia doyan tempe, lho. Di Austria, ternyata ia tinggal di kampung yang masih memegang tata krama," paparnya. Malah, dari Chris yang orang rumahan dan hobi membaca ini pula, Kiki mendapat banyak masukan soal penampilannya. "Kalau saya pakai baju terbuka di luar rumah, dia mengingatkan, usia saya enggak muda lagi, jadi enggak perlu pakai baju begitu. Katanya, pakai baju tertutup juga kelihatan seksi," tutur Kiki yang jadi tahu, bule bukan berarti identik dengan pergaulan bebas dan urakan. Lalu, Kiki yang perokok juga diprotes Chris. "Katanya, enggak bagus buat saya sebagai guru senam. Dia sendiri bukan perokok," tutur Kiki yang meski terlihat cuek, tetap memperhatikan rumah dan menyiapkan makanan buat suami.

What next?

You can also bookmark this post using your favorite bookmarking service:

Related Posts by Categories