GLAMOUROUS AND FRENETIC WORLD OF INDONESIA
4/10/2008

Artis Populer: Rieke Diah Pitaloka, Sering Jual Diri

0 comment

Kesibukannya sebagai aktivis dan aktif di berbagai diskusi politik tidak membuat Rieke Diah Pitaloka lupa akting. Pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri tersebut justru membuat dua profesi yang saling berseberangan itu menjadi seiring-sejalan.

Menurut Rieke, akting adalah dasar karir yang membuatnya terkenal. Selain itu, akting merupakan bagian dari hobi dan kehidupannya. "Dunia seni itu menyenangkan. Apalagi, buat saya, seni sangat fleksibel," katanya.

"Dalam dunia seni, membahas masalah serius, seperti politik dan hukum, bisa dikemas ringan, menghibur, dan satire," tuturnya setelah menjadi pembicara Seminar Amandemen Ke-5 UUD 1945 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 9/4-2008.

Sejak aktif di partai politik dan berdemonstrasi mengkritik pemerintah, Rieke memang sering diundang menjadi pembicara di luar urusan keartisan. Menurut Rini, manajernya, dalam seminggu selalu ada undangan.

"Bahkan, kerap kali sehari ada dua atau tiga undangan jadi pembicara," terangnya.

Ditambahkan Rieke, dengan kesibukan seperti itu, dia harus pandai mencari celah agar kemampuan aktingnya tidak tumpul. Untuk itulah, presenter Good Morning di Trans TV tersebut menceburkan diri ke panggung teater. Sejak beberapa waktu lalu, Rieke sudah pentas ke beberapa daerah bersama aktris Ria Irawan.

"Karena nggak ada yang menawarkan kasting film, saya masuk teater demi mengasah kemampuan akting," jelas perempuan yang suka baca buku itu.

Namun, Rieke juga tidak segan-segan "menawarkan diri" untuk dikasting bila kebetulan bertemu dengan insan perfilman. Misalnya, saat bertemu sutradara Arya Kusumadewa, Rieke tidak ragu "menjual diri". Dia minta dikasting untuk proyek film terbaru Arya yang diproduseri aktor senior Deddy Mizwar, Tuhan Beri Aku Kentut.

"Itu serius. Saya selalu serius. Tampangnya saja yang kelihatan nggak serius," tegas perempuan kelahiran Garut, 9 Januari 1974, tersebut.

Rieke menambahkan, dirinya selalu meminta kasting untuk menyeleksi kesesuaian dengan karakter yang akan dimainkan.

"Takutnya nggak cocok. Kalau dikasting kan ketahuan," ucapnya. (idp/ly)
Sumber: Rileks

What next?

You can also bookmark this post using your favorite bookmarking service:

Related Posts by Categories